Assalamu 'alaikum wr wb..
Kawan,
Waktu tak kuasa kuiris untuk selalu bisa merasakan jejakmu
Jejak yang akan semakin tertinggal jauh
Bahkan mungkin ada beberapa yang akan membias dan terlupakan seperti apa presisi tiap lekukannya
Satu lagi kelemahanku, juga tak mampu kutekuk jarak
Si penghalang yang membentengi sejuta senyuman dari mataku
Mengingat itu semua, segera kugariskan tinta sebelum tiba waktunya
Tentang satu musim tak banyak kudapati dirimu. Kita sedang jauh, Sahabatku
Bahkan saking jauhnya…
Senyummu hanya dapat kulihat diatas kertas berukuran 4R
Tawamu cuma bisa kudengar dari folder yang mengendap dalam cairan otak
Getaran merdu di pita tenggorokanmu tinggal sebatas gelombang suara melalui speaker ponsel
Serta candamu telah menjelma jadi bait-bait teks yang kubaca dalam pesan singkat
Aku tahu saat-saat sulit akan segera datang
Tak mungkin kutolak sapaan mentari dengan sopan di hari yang dingin itu
Pada saat kita tengah asik mengejar kedewasaan masing-masing
Kawan,
Ingatlah dengan satu pinta
Ingatlah dengan ukiran-ukiran kecil yang kita buat bersama pada dinding dunia ini
Terimakasih, Kawan
Wassalamu 'alaikum wr wb..
Deden Denry Musthafa
Bandung, 4 maret 2011 Pukul 15:51